Programmer Itu
Seorang programmer, tidak boleh melakukan kesalahan, design system dengan seksama, mulai workflow, harus simpel, ngga ada redundansi, optimized. Terus struktur database, harus ringkas, properly indexed, dan bisa mengakomodasi kebutuhan masa depan. Keseluruhan sistem harus benar, pintar, eliminasi semua kesalahan, dan lengkap. Setelah design, kemudian pada saat implementasi, tidak boleh over-deadline. Mulai front-end, back-end, dan reporting. Semua harus ada. Harus cepat, bebas error dan bebas bugs. Udah semua, jangan lupa monitoring, liat tiap hari, kalau ada bugs/error, langsung patch. Bos minta ganti, langsung ganti, walaupun penggantian itu berarti mengganti seluruh sistem, termasuk Struktur Database! Dan Jangan Lupa!!! Weekly Report harus sudah ada pada Mailbox si Bos tepat Jumat Sore!
Tapi, programmer kan juga manusia…
#Ndoweh – Tapi, programmer kan juga manusia…—- Tapi manusia yang programming weh…
what the difference,
maksudnya – apa programmer ngga boleh buat kesalahan?
apa programmer ngga boleh punya rasa ngantuk, rasa lelah?
programmer punya limit lho, bukan hanya itu, prosessor pun punya limit, 32bit-64bit, uptime server punya limit juga.
Bukan gitu weh…
* hikss… sik kepaiten ngumbe kopine venusss *
kalo bicara programmer, itu pasti manusia.
siapapun pasti nyadar itu, termasuk big of the big bos sekalipun.
dengan semboyan seperti itu, dikuatirkan adanya ‘legimitasi’ terhadap kewajaran adanya kesalahan, kelupaan, dan kekurangan.
biarkan saja urusan kelemahan manusia itu menjadi natural purpose kita, sedangkan orientasi pikiran kita, tetap sebagai optimized programmer.
bukan juga aku mengajarkan untuk jadi codeholic or similiar like that, at least, kita ga memforsir diri to reach the target.
– aku kok malih keminggris yo… opo sejak kenal karo arek sastra inggirs? :D -
Itulah mengapa jadi programmer itu sucks… menyebalkan banget, soale dulu pernah jadi programmer wanna be tapi gag jadi. :D
Aku gag bisa komentar banyak, silahkan para programmer melanjutkan debatnya.. :))
#venus: silahkan para programmer melanjutkan debatnya—- siapa yang debat?
ini tidak debat, tapi membahas tentang persepsi yang masih berbeda.
lha kamu ini mestinya bisa obyektif, memandang programmer dari sisi seorang editor.
* lho, aku kok malah tambah ngajak debat? *
mungkin karena terlihat kerjaan seorang programmer cuman kletak-kletuk di depan keyboard terus semua jadi, akhirnya dianggep programmer = tukang sulap.
padahal,
Iya fer, padahal buat program kan gak gam… ah, sudahlah.
purik
Betul Rek…, Jare Simbahku emang jadi programmer iku uangel…
Buktine ketika tak ceritane kerjane simbahku yang petani bilang ke aku:
“Wis le…, mbak tak tetep dadi tani wae ojo dikongkon pindah profesi dadi programmer” ngunu jarene rek…
he he he…
Joko
ojobeklambine anyar, guyonane malih anyar pisan…tapikan sesuai karo bayarane… he he he he he….
owalah, melase rek dadi programer
untung aku duduk programer!!
btw seng ndek ndukur iku sopo ae seng programer??
aryo – penyu – aryo – aryo – penyu – aryo
Kok aryo – penyu – aryo – penyu ….?
Katanya dah lama putus….?
Rujuk maneh ta…?
Iku urutan sopo sing ngapeli ndoweh, aku – penyu – aku – penyu…
he he he…. Oweh pinter
Ngolek arek lanang2 ben ojobe gak ngerti klo lagi selingkuh…
klo pengen jd programmer tu makan apa yak….???
lugu