The Right Answer
Tracelog of a call last nite, bukan nama sebenarnya
Phone: Halo, malem… bisa bicara dengan XXXX?
Me: *si XXXX di mandi* Ada telpon
XXXX: *dari dalam kamar mandi* dari siapaaaaaaa pa pa (pake echo)
Me: *speak on the phone* dari siapa mbak?
Phone: Dari temannya
Me: *defect nih, yell out loud* DARI TEMENYAH!!!!
Phone: *hengup*
The point is: Listen/read the question carefully and answer correctly. Saya tanya "Dari Siapa", bukan "Dari apanya". Ini adalah kasus yang sama bila kita biasa menanyakan nomer telpon atau nomer HP. "Berapa nomer hape elo?" Jawaban yang pasti adalah "satu, atau dua jika kita punya GSM dan CDMA" The right question is: "Apa nomer HP elo?"
Morale: Ask the right question, and answer the question correctly.
pertama,
dalam bahasa indonesia kita biasa menggunakan ‘berapa’ untuk menanyakan sesuatu yang mengandung angka, baik itu nominal maupun bukan.
nominal : ‘berapa harganya?’
bukan nominal : ‘nomer hapenya berapa?’
lain dengan bahasa inggris yang selalu menggunakan ‘how much’ / ‘how many’ untuk menanyakan nominal
kedua,
’siapa’ biasa digunakan untuk menanyakan nama dan predikat. which is, answering ‘i’m her friend’ is absolutely fine for me.
kecuali kalo ditanya, ‘namanya sapa?’ dan dijawab, ‘temennya’. itu baru nggak beres.
eh, kok aneh ya? Apa nomer hape lo? :P
Iya, penelpon yang ditanya ‘dari siapa’ terus njawab ‘dari temennya’, itu tidak sopan dan layak menjalani training mental tingkat entry-level.
Biasanya aku jawab: ‘nama kok temennya’ *banting telpon, cabut kabelnya*
makanya jangan heran kalo ke rumahku kabel telpon tidak terpasang :-”
ah kau, pake track id dong.
*apaan sih itu?*