Lembur itu Sucks!

Melengkapi working-habbit posting series di beberapa posting terakhir, saya pengen curhat masalah lembur. Yah, overtime adalah hal yang biasa di lingkungan kerja. Begitu biasanya sampai ada yg beranggapan kalau ngga overtime berarti ngga kerja. Saya juga termasuk dalam kategori overtimer. Yg artinya tukang lembur (dulu sih, beberapa tahun yg lalu), tetapi, setelah mendapat sedikit wejangan dari almarhum teman kos saya pas di Jkt, kebiasaan itu hilang.

Kata2 yg paling kuat saya ingat sampai sekarang adalah: "Hidup itu ngga cuman kerja"

He eh. Selain kerja kita juga perlu yg namanya kumpul ma keluarga atau teman2. Bermain atau melakukan kegiatan lain semacam arisan, ronda malem, kerja bakti, tahlilan, dll. Juga selain kegiatan, hidup itu juga ada yg namanya istirahat.

Mengapa Lembur itu Sucks?

Beberapa alasan yg bisa saya sebutin mengapa lembur itu Sucks!

  1. Hasil kerja saat lembur ngga akan lebih baik dari hasil kerja biasa. Bisa jadi malah banyak bugs dan errornya, yg akhirnya hrs dibenerin di lain waktu.
  2. Kerjaan kita akan nambah, karena dalam sehari, volume pekerjaan yg kita selesaikan akan bertambah dan yg namanya kerjaan ngga akan ada selesainya. Akhirnya load kita akan lebih banyak.
  3. Gaji anda akan menjadi lebih kecil. (bagi aja jam kerja dengan jumlah gaji)
  4. Membuat kita malas saat jam kerja reguler, secara selalu bisa diselesaikan overtime kan?
  5. Lupa teman, saudara, tetangga dan kondisi sekitar.

Itu sih alasan saya mengapa lembur itu sucks dan sebisa mungkin akan saya hindari. Mungkin anda punya tips untuk menghindari lembur, silahken di posting. Atau anda adalah pe-lembur sejati yang merasakan untungnya lembur, monggo juga.. saya open kok.

NB:
Ini bukan sindiran. Posting terakhir saya mengundang reaksi dari beberapa orang teman sehingga ga mau ngebuzz lagi. Padahal buzz nya yg ditunggu2 ;))

6 komentar

  1. GuM bilang:

    duh, poin 4 kena banget rasanya ^^;;

    eh, tapi kadang saya tetep stay di kantor juga nggak lembur. cuma gara2 udah mulai kehilangan sense of social life aja. nggak bagus, memang. tapi namanya kebiasaan, dimana2 sulit diilangin.

    sekarang sedang berusaha membangkitkan pikiran tentang hal2 menyenangkan yang bisa dilakukan kalau pulang kerja tepat waktu.

    April 10th, 2008 at 01:47
  2. GuM bilang:

    btw, ganti tagline nih? kemarin masih ‘life is not hard’ ;))

    April 10th, 2008 at 01:49
  3. sandal bilang:

    Saya ga pernah lembur di kantor yang sekarang, tapi bersenang-senang di kantor hihih..

    April 10th, 2008 at 02:23
  4. idiluam bilang:

    Poin ke-2 akan selalu bertambah yg bisa berakibat poin ke-1 ;)) *dejavu*.

    Jika lembur g bisa dielakkan ajukan ke Manadement, minta uang lembur, mungkin lambat laun poin ke-3 hilang dari “daftar alasan” ;))

    April 10th, 2008 at 09:38
  5. anton ashardi bilang:

    sepertinya mas yang satu ini lebih cocok kerja freelance daripada kantoran…gak cocok ama manajemen yo mas? mending kudeta aja, libas penguasa zalim,ambil alih kekuasaan (+para selirnya), dan buat masa depan yang lebih baik lagi, muahuahuahuahuaha…

    * gara2 abis dengerin lagunya DragonForce yang Through Fire and Flames *
    :p

    April 10th, 2008 at 10:05
  6. Arief Fajar Nursyamsu bilang:

    Nego sama boss..
    Ga mau overtime..
    Kalo harus overtime.. berarti besoknya libur kerja.. :D

    April 12th, 2008 at 10:33

Tinggalkan Komentar





*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word