Kampanye Lagi
Ketika hari semakin dekat dengan pilkada, dan pemilu, biasanya banyak spanduk-spanduk yg dipasang di pinggir jalan dengan foto-foto calon dan janji-janjinya. Saya ngga mau komentar tentang politik mereka, visi, janji dan proyek2 yang udah mereka kerjakan. Cuman cara mereka kampanye yang menyakitkan hati.
Gimana ngga sakit hati, trend 2008 adalah tren Hemat, Irit dan cinta lingkungan. Kampanye konvoi motor / mobil yang merupakan pemborosan BBM untuk sesuatu yang ngga penting dan kurang efektif. Sapa sih yg mo nyoblos brengosnya gara2 liat konvoi motor panjang berderet2, yang ada orang misuh2 gara2 macet! Itu masih konvoi, belum lagi spanduk2 yang bertebaran dimana dengan gambar muka yang ngga cakep2 amat, bener2 menggangu konsentrasi mengemudi dan bikin mata sepet.
Seharusnya mereka dewasa, dah ngga jamannya konvoi atau pasang spanduk, cuman orang bodoh yg milih mereka dilihat dari banyaknya orang yg konvoi atau spanduknya. Gara2 ini, saya berstatement:
Ngga akan milih calon walikota, gubernur, presiden atau partai yang kampanyenya pake konvoi dan pasang spanduk.
Lantas, kalau semua gitu, pilih siapa? Ya ga pilih, pusing amat!

Pilihanane kapan sih? kantor prei opo gak yo?
weh... semacam sakit hati ya om... gimana kalo nikin partai ndiri?
Setuju sih mas... tapi mungkin apabila kita tempatkan diri menjadi masyarakat '"bawah" (maaf saya gunakan kata ini...:() mereka sangat senang dengan kemeriahan seperti ini. Tidak bisa dipungkiri, bagi mereka mungkin hal ini semacam "pesta" sesaat, dimana mereka bisa ikut konvoi, dengerin dangdut, dsb... Namun saya jug setuju dengan pendapat mas, karena (termasuk saya) juga orang yang merasa "dilecehkan" secara intelektual apabila harus mencoblos "brengos"... lha apa brengos bisa buat rakyat makmur.... he..he..
Pilih aja yang kampanyanya lewat sms broadcast... Visi misi disampaiakan lewat sms... :D
@joko: itu namanya spam, dan spam adalah dosa besar
ga ngliat neng ikut konvoi kan fer ^^
laio(tm)
Sebagai warga negara, warga kota, yang sadar akan kepentingan bersama, tentu wajib menentukan pilihan. Inilah sulitnya, kalau sudah tau semuanya jelek, be creative, pilih yang paling baik dari yang jelek-jelek itu tadi. Pilihlah saya!
tahun in kampanye gubernur, tahun depan kampanye presiden, tahun depannya lagi siapa lagi mo dikampanyeein. mbuh ah