Archive for the 'Rants' Category

Worst Than Failure

Eh, jika saja orang ini membaca sedikit dokumentasi OpenSMPP dan reference SMPP, maka hal ini ngga akan terjadi. Sedikit overview mengenai SMPP dan OpenSMPP bisa anda baca di Wikipedia. Ini adalah snippet code untuk menghandle delivery report dengan menggunakan OpenSMPP. Hebatnya lagi, ini adalah production code.

int a;
int b;
String message;
String sourceAddr;
String destAddr = "";
String store = pdu.debugString();

if (store.startsWith("(deliver:"))
{
    a = store.indexOf("sm: msg:");
    a +=8;
    b = store.indexOf(")  (opt:",a);
    message = store.substring(a,b);
    message = message.trim();

    a = store.indexOf("(addr:");
    a += 11;
    b = store.indexOf(")",a);
    sourceAddr = store.substring(a,b);
    sourceAddr = sourceAddr.trim();

    a = store.indexOf("(addr:",b);
    a +=11;
    b = store.indexOf(")",a);    

    destAddr = store.substring(a,b);
    destAddr = destAddr.trim();

    String msg = new String(message.trim());

    if (msg.startsWith("id:")) //* Delivery Receipt
    {
        // .. do something
    }
    else //* Regular Delivery
    {
        // do another stuff
    }
}
else if (store.startsWith("(enquirelink:"))
{
    // do something
}

Bisa di rewrite dengan dengan:

if (pdu instanceof DeliverSM) {
    DeliverSM deliverSM = (DeliverSM)pdu;
    if (0x04 == (deliverSM.getEsmClass() & 0x04)) {
        // delivery notification processing;
    } else {
        // must be regular message;
    }
}

Moral: RTFM

Tuesday, November 27th, 2007 | Tags: Java, Rants, SMPP | 9 Comments

Ilfil Trans7

Barusan melihat ulasan tentang "Tapir yang lari ke perkampungan di Jambi" dan "Ular di Goa2 Nusakambangan" di Trans 7. ada sesuatu yang membuat saya ilfil dengan stasiun TV satu ini.

Ceritanya 1:
Seekor tapir yang lari ke perkampungan. Tapir itu kemudian ditangkap oleh warga, dikalungi sling — semacam tali yang terbuat dari logam yang biasa untuk "nggeret mobil" dan dibuat tontonan. Pengunjung ditarik Rp.1000/orang untuk menonton dengan alasan biaya pemeliharaan.
Komentar:
Apa hak warga untuk mengikat tapir tersebut dan menjadikannya tontonan? Ditambah lagi dengan menarik Rp1000 untuk biaya pemeliharaan? Siapa yang menyuruh untuk memelihara binatang tersebut? Wangsit dari mana? Tahukah kalau tapir tersebut sudah langka dan hampir punah? Ilfil deh.

Ceritanya 2:
Reporter trans7 dan crew nya menjelajah Goa2 di Nusakambangan, niatnya untuk membuktikan apa benar ada Ular King Cobra di sana. Ternyata emang benar. Goa tersebut dihuni oleh berbagai macam ular. Kemudian musik thriller, adegan menangkap ular. Sampai saat ini saya masih belum jelas motif menangkap ular tersebut. Kemudian setelah tertangkap, eh dimasukkan karung dan acara selese.

Komentar:
Nih stasiun TV acaranya ga di screening yah. Masa aktifitas menangkap ular ditayangin? Bisa kasih ide orang2 untuk berlomba2 menangkap ular di situ? Lagian ngapain sih nangkep ular? kurang kerjaan yah? Secara ular tersebut sudah nyaman di sana dan itu emang habitatnya.

Ditulis setelah menonton berita di Trans7, Rabu 7 November 2007 @ 12am - 1am.

Wednesday, November 7th, 2007 | Tags: Rants, Weblog | 10 Comments

The Right Answer

Tracelog of a call last nite, bukan nama sebenarnya

Phone: Halo, malem… bisa bicara dengan XXXX?
Me: *si XXXX di mandi* Ada telpon
XXXX: *dari dalam kamar mandi* dari siapaaaaaaa pa pa (pake echo)
Me: *speak on the phone* dari siapa mbak?
Phone: Dari temannya
Me: *defect nih, yell out loud* DARI TEMENYAH!!!!
Phone: *hengup*

The point is: Listen/read the question carefully and answer correctly. Saya tanya "Dari Siapa", bukan "Dari apanya". Ini adalah kasus yang sama bila kita biasa menanyakan nomer telpon atau nomer HP. "Berapa nomer hape elo?" Jawaban yang pasti adalah "satu, atau dua jika kita punya GSM dan CDMA" The right question is: "Apa nomer HP elo?"

Morale: Ask the right question, and answer the question correctly.

Thursday, November 1st, 2007 | Tags: Rants, Weblog | 4 Comments

Don’t Blame OpenOffice, Gimp or Komodo

Ceritanya gini. Gara2 takut akan razia software bajakan, semua software yang berbau bajakan di hapus, diganti ma winxp Genuine. Berikut aplikasinya. Yang berbau bayar dihajar semua, yang dulunya comfort ma Photoshop, harus bersenang2 bersama The Gimp. Yang ke-enakan pake M$ Excel, sekarang harus bersusah payah pakai OpenOffice. Yang dulunya pakai EditPlus, sekarang harus bergaul dengan Komodo-Edit atau SciTE. Dan ini adalah cerita mengenai duka dari transformasi tersebut

Read the rest of this entry »

Monday, June 25th, 2007 | Tags: Rants, Weblog | 16 Comments

Penipuan SMS dan Bugs w700i

Saya terima sebuah SMS lucu dari seseorang unknown sender sekitar 3/4 jam setelah ngisi pulsa via SMS banking. Isinya begini (dalam format YAML):

- sender: +6281388519825
  date  : 2007-06-17 23:28:31
  sms   : >
    59:2/1:M~KI@S (TELKOMSEL)Pelanggan,Yth!
    Bonus pulsa
    Rp 300000
    Resmi diberikan
    U/pemilik No,simPATI
    08123368XXX
    U/mengaktifkan,Tekan:
    *858*081311361429*3059:2/2:# lalu OK/Yes

Ya, emang, ini penipuan gaya baru yang memanfaatkan feature baru, kirim pulsa dari Telkomsel. Nah, ngerinya, apa si sender bisa baca data SMS banking? Atau dia cuman pegawai M-KIOS yang kurang gaji? Indikasi bahwa dia adalah orang yang ada didalam sistem pengisian (Telkomsel, Bank, Provider Voucher), karena secara teknis, network GSM itu udah cukup secure dengan enkripsi A5/1 atau A5/2. Berarti, data transaksi bisa terbaca di sisi aplikasi aja. Siapa yang ngisruh? Hanya Tuhan dan si +6281388519825 yang tau.

Selain itu, faktor yg menambah keanehan adalah Sony Ericsson w700i tidak bisa menampilkan sender address dengan benar. Jadinya yang muncul di hape, sender nya si M~KI@S. Kok bisa yah, w700i bego gitu? Buat developer Sony Ericsson, kayanya produknya berbugs. Screenshot w700i nya akan diupload nanti. Karena masih bingung gimana cara capture screennya. See for yourselves

Screenshot w700i

Moral of the story: hati2 dengan SMS banking dan info via SMS

Sunday, June 24th, 2007 | Tags: Rants, Weblog | 5 Comments

F*ck Violence

Hidupin TV, coba liat berita sejenak, hitung berapa banyak kekerasan yang terjadi. Bosan dengan TV, coba baca koran. Ah ketemu lagi yang namanya kekerasan. Bukan hanya fisik, tapi verbal juga. Sedikit saja tidak puas, langsung organisir massa, demo di jalan. Setelah itu, mulai umpat2, bakar ban, dan yang sudah bisa ditebak, dorong2 an dengan polisi, dejavu waktu SD dulu. Liat TV lagi, siang2, ah… acara kriminal. Isinya cuman tahanan baris, orang dipukuli, polisi tenteng senjata di tempat umum wild west style.

So what’s make people do such silly act? Ini analisa tolol saya untuk beberapa kasus yang tadi saya liat di TV:

  • Majikan siksa pembantu — simpel aja, paling di kantor baru dimarahin bos tapi ga berani ngelawan karena takut dipecat, atau barusan dimarahin suami gara2 tagihan kartu kredit melonjak. so pelampiasan pada pembantu.
  • Demo anarkis — mumpung masuk TV, sekalian bikin berita. Berani tebak kalau dia demo sendirian ga bakal berani teriak2 begitu. Berhubung bolone akeh…
  • Sepakbola, ga terima, pukul wasit, lempar wasit — mo nekat pukul pemain yang jegal dia? ga berani, soalnya body nya gede, akhirnya … pilih wasit aja, sasaran empuk. Wake up dude, sepakbola itu permainan, ada yg kalah ada yg menang, enjoy the game aja lagi… Lagian, kalau ga ada wasit namanya tarkam. Mau dibilang pemain tarkam???
  • Cops and Gun — John McLane (Die Hard) wannabe. Atau sama kaya kasus pembantu, ga bisa tembak atasan (kecuali polisi setres di semarang yang tembak atasannya gara2 di mutasi) akhirnya tembak maling. Anehnya, kalau misalnya koruptor macem adrian atau teroris kaya Imam Samudra kok ndak pernah disuruh baris, di pertontonkan tatonya, digunduli yah? Atau, mumpung masuk TV, lakukan Miami Vice style.

Please, mohon, hentikan semua kekerasan karena ndak akan menyelesaikan masalah, malah menambah masalah. Yah, selain benjut, pasti ntar akan menghadapi tuntutan atau balas dendam pihak lain. Lampiaskan energi berlebihan kepada sesuatu yang lebih positif semacam:

  • Olahraga: tinju, karate, atau gulat, atau olahraga fisik keras lainnya: check
  • Memahami orang lain / menempatkan diri di posisi orang lain: ga bisa jelasin sih, tapi bisa kasih contoh: kalau misal kita ditabrak orang gara2 dia ngebut, coba bayangin kalau kita yang nabrak pas ngebut padahal ngebut itu gara2 kebelet pipis [check]
  • Perbanyak ibadah, menurut pak kiai bisa kontrol diri sih [never try]
  • Work harder, keep yourself busy — biar ndak sempet ngamuk2 [check]
  • Masih kurang? lakukan pelampiasan di field-field lain semacam: BDSM kayanya bisa menghasilkan duwit. [slip inside my thought]

Last but not least: MAKE LOVE, NOT WAR, F*CK VIOLENCE!

Friday, June 22nd, 2007 | Tags: Rants, Weblog | 7 Comments

All Politicians Are Stupid

Terpengaruh oleh tulisan Fajri, dan salah satu statement nya bener2 mengena, saya jadi pengen ngepost juga tentang ini.

Bukan hanya company aja, tapi mestinya banyak banget departemen yang melakukan kebodohan di 2007

  1. PT. Kereta API, liat aja tuh - rel2nya udah banyak yang lapuk, masih nekat aja. Mungkin mereka punya semboyan "Murah kok minta Slamet"
  2. IPDN, berlatih untuk persiapan bertempur di medan laga (baca:Kantor Kecamatan - toeng!).

Ada lagi sample yang lain?

Tuesday, May 8th, 2007 | Tags: Rants, Weblog | 6 Comments